REEB Dorong Peternak Buat Eco Enzym untuk Cegah PMK

0
97
Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian PMK Kabupaten Bantul (Foto: Ekwanto Ismawan/Lensa9.com)

LENSA9.COM – Dikarenakan eco enzym aman bagi manusia, binatang dan lingkungan, Relawan Eco Enzym Bantul (REEB) bagikan eco enzym secara gratis kepada warga masyarakat.

Dalam kondisi apapun, REEB tetap eksis produksi eco enzym. “Satu komitmen untuk tetap mengabdi pada masyarakat dan lingkungan hidup,” kata Muhammad Yulwan, Ketua REEB, Jum’at (19/8/2022).

Di sela-sela acara koordinasi pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pembuatan dan penggunaan eco enzym di aula Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul, Yulwan berharap eco enzym tersebut bisa mengatasi sampah di Bantul khususnya dan Yogyakarta pada umumnya.

Google search engine

Di depan perwakilan PMI Bantul, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Pabrik Gula Madukismo, BPBD Kabupaten Bantul dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Yulwan menyampaikan bahwa sasaran utama pembuatan eco enzym ini untuk mengatasi melambungnya sampah.

Disampaikan Budianta dari PMI Kabupaten Bantul, salah satu organisasi sosial kemanusiaan PMI telah berperan aktif membantu pemerintah dengan memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. “Baik di saat normal maupun ketika tanggap dan pascabencana,” kata Budianta.

Menurutnya, PMI selalu berperan aktif dalam mengantisipasi kejadian-kejadian yang akan berdampak langsung maupun tidak langsung kepada manusia dan lingkungan sekitar.

“Kejadian meningkatnya kasus PMK pada hewan saat ini juga akan berdampak pada ketahanan hidup manusia sehingga harus diatasi segera,” paparnya.

Bekerja sama dengan instansi terkait, dalam waktu tidak lama REEB akan membagikan dan menyampaikan edukasi tentang pembuatan eco enzym di 10 Kapanewon se-Kabupaten Bantul. “Tujuannya agar para peternak paham dan mengetahui tentang fungsi eco enzym,” kata Budianta.

Selain disampaikan soal PMK, kepada peternak disampaikan pula pemanfaatan eco enzym secara benar dan tepat. “Khususnya untuk kandang ternak dan lingkungannya,” tandasnya.

Ke depan, para peternak diharapkan bisa membuat eco enzym sendiri yang bahannya bisa memanfaatkan limbah rumah tangga berupa sayur dan buah-buahan. Hal tersebut juga untuk membantu terciptanya Bantul bebas sampah tahun 2025.

Editor : Affan Safani Adham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here