Pendemo Bakar Kediaman Perdana Menteri (PM) Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe Mundur

0
1381
Pendemo Bakar Kediaman Perdana Menteri (PM) Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe Mundur (ist)

LENSA9.com – Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe bersedia mengundurkan diri untuk memberi jalan bagi pemerintah mencapai persatuan baru.

Hal ini dikatakan oleh Kantor Perdana Menteri Sri Lanka pada Sabtu (9/7/2022), setelah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa meninggalkan kediaman resminya ketika diserbu oleh pengunjuk rasa.

“Untuk memastikan keselamatan warga, dia setuju dengan rekomendasi para pemimpin partai oposisi (untuk mundur”, kata Kantor Wickremesinghe, dikutip dari AFP.

Google search engine

Secara terpisah, ribuan pengunjuk rasa di ibu kota Sri Lanka, Colombo, dilaporkan telah menerobos barikade polisi dan menyerbu kediaman resmi Presiden Gotabaya Rajapaksa pada Sabtu.

Insiden ini terjadi dalam salah satu demonstransi anti-pemerintah terbesar di negara yang tengah dilanda krisis ekonomi tersebut.

Polisi menembakkan tabung gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Presiden Sri Lanka Gotabaya di jalan menuju Istana Kepresidenan Sri Lanka di Colombo pada 9 Juli 2022. Presiden Sri Lanka yang terkepung Gotabaya Rajapaksa melarikan diri dari kediaman resminya di Colombo, pertahanan utama kata sumber kepada AFP, sebelum pengunjuk rasa berkumpul untuk menuntut pengunduran dirinya menyerbu kompleks tersebut.

Dilansir Reuters, Sabtu (9/7/2022), Wickremesinghe mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin partai politik. Pembicaraan ini membahas soal langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah menyusul kerusuhan tersebut.

“Wickremesinghe telah mengatakan kepada para pemimpin partai bahwa dia bersedia mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri dan memberi jalan bagi pemerintahan semua partai untuk mengambil alih,” pernyataan kantor PM dilansir Reuters.

Sejumlah pemimpin beberapa partai oposisi juga menyerukan agar Rajapaksa mengundurkan diri.

“Presiden dan perdana menteri harus segera mengundurkan diri. Jika itu tidak terjadi, ketidakstabilan politik akan memburuk,” kata pemimpin Partai Kebebasan Sri Lanka dan mantan presiden, Maithripala Sirisena, sesaat sebelum Wickremesinghe bersedia mengundurkan diri.

Editor: Kumalasari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here