Pemkab Sleman Berkomitmen Mendukung Pembangunan dan Pengembangan UMKM

0
190
Bupati Sleman bersama pengurus APRONI DIY saat mengunjungi Factory Kitchen Sindumartani (ist)

LENSA9.com – Pembangunan tahap pertama Factory Kitchen diinisiasi Aliansi Produk Nusantara Indonesia (APRONI) yang berlokasi di wilayah Kalurahan Sindumartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, diresmikan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (13/8/2022), didampingi Ketua Umum DPP APRONI Dra Suci Kuntarsih, SE; Ketua Dewan Pembina APRONI DIY Drs Gandung Pardiman, MM.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus memotong tumpeng oleh Bupati Sleman disaksikan Ketua DPW APRONI DIY Drs Heru Subagyo.

Factory Kitchen nantinya akan digunakan dalam proses produksi maupun packing.

Google search engine

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berkomitmen untuk mendukung pembangunan dan pengembangan UMKM di kabupaten Sleman. Dengan adanya Factory Kitchen diapresiasi Bupati Sleman.

“Saya menyambut baik dan mendorong pelaku UMKM di Sleman untuk meningkatkan kapasitasnya,” kata Kustini di sela-sela meninjau hasil produksi Factory Kitchen Sindumartani.

Hal tersebut, lanjut Kustini, agar dapat Go Export dan memiliki daya saing. “Tidak hanya dalam pasar domestik, namun juga internasional,” tandas Kustini.

Menurutnya, jejaring positif antara Pemkab Sleman dan APRONI harus terus ditingkatkan dalan mengembangkan UMKM di DIY. “Khususnya di kabupaten Sleman,” ungkap Kustini.

Bupati Sleman juga mendorong pelaku UMKM untuk dapat memanfaatkan Factory Kitchen. “Khususnya dalam hal peningkatan kualitas UMKM, baik dalam hal pengolahan, produksi, pengemasan maupun pemasarannya,” kata Kustini.

APRONI merupakan organisasi nirlaba yang berorientasi kepada pengembangan dan pembinaan UMKM Indonesia untuk naik kelas. “Pengembangan go export berfokus kepada pelatihan pengolahan produk, peningkatan produktivitas serta mendorong pemasaran produk UMKM halal ke tingkat internasional,” kata Suci Kuntarsih selaku Ketua Umum DPP APRONI.

Dengan adanya Factory Kitchen ini diharapkan dapat membantu produk UMKM yang belum memenuhi kapasitas untuk ekspor. “Agar bisa mengembangkan produknya menjadi kapasitas produk layak ekspor,” kata Suci Kuntarsih.

Apa yang menjadi visi misi APRONI ini, ke depannya dapat didukung oleh pemerintah dalam meningkatkan perekonomian negeri.

Sektor UMKM menjadi salah satu sektor unggulan penggerak roda perekonomian di Kabupaten Sleman. Sehingga pada tahun 2022 ini, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran pemberdayaan UMKM sebesar Rp 4,7 miliar, termasuk dana DAK, PUPM dan POKIR ASPIRASI.

UMKM di kabupaten Sleman saat ini mencapai 99.267 dengan potensi produk di antaranya kuliner, kerajinan, craft dan fashion.

Editor : Affan Safani Adham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here